Warung Bebas

Selasa, 29 November 2011

Terima Kasih Ibu

Suatu ketika seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia.
Menjelang diturunkan dia bertanya kepada Allah.
Para malaikat di sini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup di sana ? saya begitu kecil dan lemah, "kata si bayi.

Allah menjawab, "Aku telah memilih satu malaikat untukmu, ia akan menjaga dan mengasihimu."
"Tapi di surga apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa,
ini cukup bagi saya untuk bahagia."
demikian kata si bayi.
Allah pun menjawab, "Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari,
dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya, dan jadi lebih berbahagia.
Si bayi pun bertanya kembali,
"Dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepada-Mu?"
Sekali lagi Allah menjawab,
"Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa."
Si bayi pun masih belum puas, ia pun bertanya lagi,
"Saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat,
siapa yang akan melindungi saya?"
Dengan penuh kesabaran,
Allah pun menjawab,
"Malaikatmu akan melindungimu,dengan taruhan jiwanya sekalipun."
Si bayipun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya,
"Tapi saya akan bersedih karena tidak melihat Engkau lagi."
Dan Allah pun menjawab,
"Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku,
dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku,
walaupun sesungguhnya Aku selalu berada di sisimu.

Saat itu surga begitu tenangnya, sehingga suara dari bumi dapat terdengar,
dan sang anak dengan suara lirih bertanya,
"Tuhan, jika saya harus pergi sekarang,
bisakah engkau memberitahu siapa nama malaikat di rumahku nanti?"
Allah pun menjawab,
"Kamu dapat memanggil malaikatmu... IBU "
Kenanglah Ibu yang menyayangimu..
Untuk Ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi..
Ingatlah engkau..
Ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu..
Ingatlah engkau ketika jemari Ibu mengusap lembut kepalamu, dan ingatlah engkau ketika air mata menetes dari mata Ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit..
Sesekali jenguklah Ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau di lahirkan..
Kembalilah memohon maaf pada Ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu..
Simpanlah sejenak kesibukan-kesibukan duniawi yang selalu membuatmu lupa untuk pulang..
Segeralah jenguk Ibumu yang berdiri menantimu di depan pintu bahkan sampai malampun kiat larut..
Jangan biarkan engkau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa datang..
Ketika Ibu telah tiada...
Tak ada lagi yang berdiri di depan pintu menyambut kita, tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia..
Tang ada hanyalah kamar kosong tiada penghuninya..
Yang ada hanyalah baju yang digantung di lemari kamarnya..
tak ada lagi yang menyiapkan sarapan pagi untukmu makan..

Tak ada lagi yang rela merawatmu sampai larut malam ketika engkau sakit..
Tak ada lagi dan tak akan ada lagi yang meneteskan air mata mendo'akanmu di setiap hembusan nafasnya..
Kembalilah segera..
Peluklah Ibu yang selalu menyayangimu..
Ciumlah kaki Ibu yang selalu merindukanmu dan berikan yang terbaik di akhir hayatnya..
Sobat...!!
Berdo'a lah untuk kesehatannya dan rasakan pelukan cinta dan kasih sayangnya..
jangan biarkan engkau menyesal di masa datang..
kambalilah pada Ibu yang selalu menyayangimu..
Kenanglah semua Cinta dan Kasih Sayangnya..
Ibu maafkan aku..
Sampai kapanpun jasamu tak akan terbalas..
Terima Kasih Ibu..

0 komentar em “Terima Kasih Ibu”

Posting Komentar