Warung Bebas

Selasa, 14 Februari 2012

Sepenggal Surat Cinta Dari Seorang Hamba

aku berada diantara persimpangan
persimpangan yang sangat membingungkan
apakah aku harus membalas
ataukah aku biarkan

engkau tahu arti cinta bukan?
benar
karena cintalah seorang bisa saling berkasih sayang
karena cintalah hidup menjadi bahagia
karena cinta anugerah dari Allah 'Azza wa jalla

semua manusia
ingin yang terbaik dalam hidupnya
termasuk mendapatkan pendamping hidup

aku sama sepertimu
menginginkan seorang pendamping hidup yang baik
yang bisa menuntun
dan bisa saling mengingatkan
saling mencinta karenaNya
hingga sesuap nasi yang aku suapkan kemulutmu
mendapatkan ganjaran pahala dari Allah 'azza wa jalla

kuatkanlah hatimu
kuatkanlah keyakinanmu
bahwa Allah akan memberikan yang terbaik untukmu

cukuplah firman di bawah ini sebagai janji
janji yang sudah pasti
karena ini perkataan Ar-Rahman
yang tidak ada keraguan di dalamnya
karena
"Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh ,
baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaam beriman,
maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik"

engkau mengenalku hanya lewat tulisan
apalah arti sebuah tulisan,
tulisan bisa di salin dari tempat lain

engkau mengenalku lewat obrolan
apalah arti obrolan
karena dia bisa di palsukan
seolah-olah itu berkesan

jika datang seorang
yang engkau suka
baik rupanya,
akhlak dan agamanya
maka menikahlah dengannya
mudah-mudahan engkau berbahagia bersamanya

berdo'alah kepada Rabb
agar diberikan yang terbaik
bukan agar semua keinginanmu terkabulkan
karena yang baik menurutmu
belum tentu yang terbaik menurut Allah 'azza wa jalla

aku tidak mengatakan bahwa aku bukanlah jodohmu
jika kita memang berjodoh
pasti kita akan di pertemukan
dalam kata "pernikahan"

telah ada nama seseorang
yang Allah ukirkan didalam Lauhful mahfuzNya
disamping namamu, Insya Allah
jadi jangan lagi ukir nama orang lain didalam hatimu
yang belum tentu menjadi bagian dari hidupmu
karena dia hanya akan membuat dirimu menangis
saat engkau tahu bahwa dia bukanlah "milikmu"

do'akanlah agar aku mendapatkan yang terbaik
dan aku juga berdo'a semoga engkau mendapatkan yang terbaik
walaupun mungkin
orang yang terbaik itu adalah dirimu,

aku tak akan menyimpan namamu di dalam hatiku
sebelum jelas "catatan takdir" bagiku

Sabtu, 11 Februari 2012

Luka Yang Tak Pernah Bisa Sembuh


Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Sehingga Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruhnya memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabaran atau berselisih paham dengan orang lain.

Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar.
Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari.

Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar.

Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang pku-pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.

Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap kali dia berhasil menahan diri atau bersabar.

Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.

Sang Ayah membawa anaknya ke pagar ddan berkata, "Anakku, kamu sudah berlaku baik, tapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada di pagar? Pagar ini tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu akan selalu meninggalkan luka seperti yang terjadi pada pagar itu."

Pelajaran:
Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau meminta maaf dan menyesal, luka tersebut tetap akan tertinggal. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik, banhakn mungkin bisa lebih.